MENGENAL KELAS INSECTA

KUNINGAN – Halo sahabat IM BLOGGER semoga harimu menyenangkan, dan beruntung selalu dalam menemani langkahmu sehari hari. Pada kesempatan ini IM BLOGGER akan memaparkan artikel tentang kelas Insecta.
Insecta merupakan kelas bagi para serangga hewan yang berkaki enam (hexapoda), dari filum Arthropoda dalam kingdom Animalia. Dikatakan serangga karena memiliki tubuh terbagi menjadi 3 bagian atau segmen meliputi caput (kepala), thorax (dada) dan abdomen (perut). Pada Caput dilengkapi dengan sepasang antena sebagai indera peraba, pada thorax dilengkapi dengan sepasang hingga dua pasang sayap. Dari struktur inilah yang membuat laba laba, kalajengking dan hewan lain-lain dari Kelas Arachnida tidak bisa disebut atau disamakan dengan serangga.
Insecta memiliki warna tubuh yang menarik dan bervariasi atau tidak menarik sama sekali. Insecta hewan berdarah dingin, beberapa insecta dapat bertahan hidup dengan periode pendek pada suhu beku, namun ada juga yang dapat bertahan hidup dalam periode panjang pada suhu beku.
Berpindah dari penjelasan di atas, IM BLOGGER akan mengulas kembali tentang kelas insecta yang dirangkum dari beberapa referensi.
Mari kita ulas kembali MENGENAL KELAS INSECTA sebagai berikut :

KARATERISTIK INSECTA
- Tubuh dibedakan menjadi 3 segmen, yaitu kepala (caput), dada (thorax) dan perut (abdomen).
- Pada bagian kepala memiliki sepasang antena dan biasanya memiliki mata majemuk dan tunggal. Pada bagian dada terdapat tiga pasang kaki (tungkai) dan satu atau dua pasang sayap (beberapa tidak memiliki sayap).
- Alat mulut berfungsi untuk mengunyah, menggigit, menjilat dan menghisap.
- Alat kelamin terpisah (jantan dan betina), pembuahan secara internal.
- Sistem pernapasan melalui trakea.
- Sistem peredaran darah terbuka.
- Struktur sistem pencernaan makanan berbentuk tabung.
- Mengalami metamorfosis sempurna (dari telur hingga dewasa).
PERKEMBANGBIAKAN INSECTA
Insecta selama pertumbuhannya dari telur sampai dewasa mengalami metamorfosis, hanya sebagian kecil saja yang tidak mengalami metamorfosis (ametabola): yaitu telur menetas dan langsung dalam stadium dewasa contoh kutu buku (Lepisma saccharina).
Metamorfosis adalah proses perubahan bentuk secara bertahap menuju ke arah dewasa. Metamorfosis pada insecta dibedakan menjadi dua yaitu:
METAMORFOSIS TIDAK SEMPURNA (HEMIMETABOLA)
Yaitu telur menetas menjadi nimfa (miniatur dewasa) dan dewasa (imago).
Contoh : jangkrik, kecoa, belalang, dan rayap.
METAMORFOSIS SEMPURNA (HOLOMETABOLA)
Yaitu telur yang menetas menjadi larva kemudian berkembang menjadi pupa dan akhirnya menjadi dewasa (imago).
Contoh: kupu-kupu, lalat, nyamuk, dan lebah.

KLASIFIKASI INSECTA
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Berdasarkan metamorfosis Insecta dibedakan menjadi dua yaitu:
HEMIMETABOLA (METAMORFOSIS TIDAK SEMPURNA)
ORDO ISOPTERA
ORDO ORTHOPTERA
ORDO ODONATA
ORDO HEMIPTERA
ORDO HOMOPTERA, memiliki sub ordo
SUB ORDO AUCHENORRHYNCHA (kelompok wereng)
SUB ORDO STERNORRHYNCHA (kelompok kutu tanaman).
HOLOMETABOLA (METAMORFOSIS SEMPURNA)
ORDO NEUROPTERA
ORDO LEPIDOPTERA, memiliki sub ordo
SUB ORDO RHOPALOCERA (Kupu kupu)
SUB ORDO HETEROCERA (Ngengat)
ORDO COLEOPTERA
ORDO SIPHONOPTERA
ORDO HYMENOPTERA
ORDO DIPTERA
CONTOH HEWAN INSECTA
HEMIMETABOLA (METAMORFOSIS TIDAK SEMPURNA)
ORDO ISOPTERA – Rayap adalah serangga kecil yang hidup dalam suatu komunitas yang disebut
koloni. Secara morfologi, semut dan rayap mudah dibedakan. Rayap memiliki
antena yang lurus, sedangkan antena semut cenderung melengkung atau menyiku.
Toraks (dada) dan abdomen (perut) rayap menyambung dengan ukuran yang
hampir
sama, sedangkan torak dan abdomen semut dihubungkan dengan pinggang
yang ramping. Bentuk ukuran dan pola pertulangan kedua pasang sayap pada
laron (sulung, alates) hampir sama, sedangkan sayap depan dan belakang
semut memililki bentuk, ukuran, dan pola pertulangan yang berbeda-beda.
Dari segi kekerabatan (filogenitika), semut berkerabat dekat dengan
lebah, yang termasuk dalam ordo Hymenoptera, sedangkan sayap lebih
mendekati lipas dan termasuk ordo Blatodea.

ORDO ORTHOPTERA – Orthoptera adalah suatu ordo serangga (insecta) dengan metamorfosis tidak lengkap (paurometabolous). Ordo ini meliputi berbagai jenis belalang, jengkerik, cave crickets, weta, lubber, Acrida, dan locust. Banyak serangga dalam ordo ini mengeluarkan bunyi (dikenal sebagai “stridulation”) dengan menggesekkan sayap-sayapnya satu sama lain atau dengan kaki belakang. Sayap dan kaki mempunyai permukaan dengan sederetan tonjolan. Telinga atau tympanum terletak di depan tibia pada jengkerik, mole cricket, dan katydid, sedangkan pada belalang dan locust terletak pada segmen abdominal pertama. Semua organisme ini menggunakan getaran atau vibrasi untuk melacak individu lain.mempunyai sepasang sayap lurus dengan sayap besar tebal disebut perkamen dan sayap belakang tipis transparan serta tipe mulutnya menggigit.

ORDO ODONATA – Serangga dengan panjang dan tubuh yang ramping. Sayap memanjang dan berantena dan bervena banyak serta membraneus. Sayap depan dan sayap belakangnya hampir sama bentuk dan ukuran. Antenna pendek seperti bulu yang keras. Saat istirahat sayap dikatupkan di atas tubuh atau kadang hanya dibentangkan. Metamorfosis hemimetabola. Serangga ini biasanya melakukan perkawinan saat terbang. Nimfa dan imagonya merupakan predator hama. Ordo odonata dibagi dua sub ordo yaitu sub ordo anisoptera dan sub ordo zigoptera. Contohnya capung raksasa dan capung jarum.
ORDO HEMIPTERA – Hemiptera berarti “yang bersayap setengah”. Nama itu diberikan karena serangga dari ordo ini memiliki sayap depan yang bagian pangkalnya keras seperti kulit, namun bagian belakangnya tipis seperti membran. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera bisa dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap belakangnya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada anggota Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun sedang tidak terbang. memiliki mulut menusuk dan menghisap serta dua pasang sayap yang bagian depan dan belakangnya tidak sama, contoh walang sangit dan kutu daun. Hewan ini umumnya merugikan manusia.
ORDO HOMOPTERA – mempunyai sayap 2 pasang (namun imago kelompok kutu tanaman banyak yang tidak bersayap) sayap depan menebal dan sayap belakang tipis seperti selaput.
mempunyai tipe mulut menusuk menghisap terdiri dari sebuah rostrum, sepasang stilet mandibel, sepasang stilet maksila, dan labrum kecil dengan posisi opistognath (kebelakang). mempunyai antena berbentuk filiform. Metamorfosis secara bertahap paurometabola Ordo homoptera banyak yang menghasilkan embun madu dan menjadi vektor virus tanaman. Memiliki dua sub ordo meliputi sub ordo Auchenorrhyncha (kelompok wereng) dan Sub ordo Sternorrhyncha (kelompok kutu tanaman).
HOLOMETABOLA (METAMORFOSIS SEMPURNA)
ORDO NEUROPTERA – memiliki mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur (Myrmeleon sp). Makanan undur-undur biasanya berupa serangga kecil seperti semut. Untuk menagkap mangsanya undur-undur membuat perangkap yang terlihat seperti lingkaran atau lubang di pasir, sehingga serangga kecil seperti semut akan terjebak dalam lubang pasir tersebut dan tidak dapat naik.

ORDO LEPIDOPTERA – Lepidoptera adalah ordo serangga yang mencakup ngengat dan kupu-kupu. 180.000 spesies Lepidoptera dijelaskan, dalam 126 familia dan 46 superfamilia, 10% dari total spesies organisme hidup yang telah dijelaskan. Salah satu ordo serangga yang paling luas dan banyak dikenal di dunia. Istilah ini diciptakan oleh Linnaeus pada tahun 1735 dan berasal dari bahasa Yunani Kuno λεπίδος (sisik) dan πτερόν (sayap). Lepidoptera menunjukkan banyak variasi dari struktur dasar tubuh yang telah berevolusi untuk mendapatkan keuntungan dalam gaya hidup dan distribusi. Perkiraan terbaru menunjukkan ordo ini mungkin memiliki lebih banyak spesies dari yang diduga sebelumnya, dan merupakan salah satu dari empat ordo dengan spesies terbanyak, bersama dengan Hymenoptera, Diptera, dan Coleoptera serangga yang memiliki dua pasang sayap dengan sisik halus dan tipe mulut menghisap. Lepidoptera memiliki dua sub ordo meliputi sub ordo rhopalocera (Kupu kupu) dan sub ordo heterocera (ngengat).

ORDO COLEOPTERA – Coleoptera berasal dari bahasa Yunani Kuno κολεός, koleos, dan πτερόν, pteron, yang jika keduanya disatukan berarti “sayap berselubung”, karena sebagian besar kumbang memiliki dua pasang sayap. Pasangan sayap yang berada di depan disebut elytra. Pasangan sayap ini mengeras dan menebal yang dapat melindungi pasangan sayap di belakangnya dan juga melindungi bagian belakang tubuh kumbang. Kumbang adalah sekelompok serangga yang membentuk ordo Coleoptera. Tipe mulut menggigit. Contoh: kumbang kelapa dan kepik.
ORDO SIPHONAPTERA – Tidak memiliki sayap dan bermata tunggal. Kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat. Tipe mulut mengisap. Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala – dada dan perut tidak jelas). Contoh: pinjal, kutu tikus dan kutu kucing.

ORDO HYMENOPTERA – Hymenoptera adalah salah satu ordo biologi serangga, yang antara lain terdiri atas tawon atau tabuhan, lebah, dan semut. Nama ini merujuk ke sayap bermembran dari serangga, dan diturunkan dari bahasa Yunani Kuno ὑμήν (humẽn): membran dan πτερόν (pteron): sayap. Sayap belakang terhubung ke sayap depan oleh sejumlah kait disebut hamuli. Betinanya khas memiliki ovipositor khusus untuk memasukkan telur ke dalam inang maupun tempat lain yang tak dapat dijangkau. Ovipositor sering termodifikasi atas alat penyengat. Yang mudanya berkembang melalui metamorfosis sempurna — yakni memiliki stadium larva seperti cacing dan stadium kepompong yang tak atif sebelum dewasa. serangga bersayap selaput dengan tipe mulut menggigit. Contoh: lebah madu.

ORDO DIPTERA – Diptera merupakan ordo klasifikasi dari kelas Insecta (serangga), yang
didasarkan atas sayapnya yang mempunyai ciri hanya menggunakan
sepasang sayap tipis yang fungsional untuk terbang, sementara sepasang
lain hanya sebagai pembantu penstabil atau sebagai detector kecepatan
udara (halterer). Diptera memiliki mata feset yang besar jika dibanding
tubuhnya dengan memiliki antenna yang bisa pendek (Brachycera) maupun
panjang (Nematocera). Tipe mulut menjilat tapi beberapa spesies ada yang menggigit. Contoh: lalat rumah dan nyamuk.
KESIMPULAN
Insecta merupakan salah satu kelas dari filum Arthropoda, ciri khas dari kelas ini mengklasifikasikan serangga berkaki enam, yang memiliki keanekaragaman ordo atau subkelas dari insecta, yang memiliki keunikannya tersendiri. Termasuk ada sebagian yang bermetamorfosis sempurna ada pula yang bermetamorfosisi tidak sempurna. Serangga memiliki peranan yang sangat baik untuk kehidupan seperti penyerbukan oleh kupu kupu dan kumbang, serat sutera oleh ulat sutera dan penghasil madu oleh lebah madu, namun ada pula yang membawa pengaruh buruk diantaranya rayap dapat menggerogoti kayu dirumah, merusak pertanian oleh hama wereng dan belalang dan pembawa penyakit seperti lalat dan nyamuk.
Berdasarkan informasi di atas menandakan seluruh makhluk hidup didunia ini memiliki kelompoknya dan keunikannya sendiri, yang sangat menarik untuk ditelusuri berbekal dengan banyaknya referensi dapat memberi kita tambahan pengetahuan dan menuntun kita untuk mempelajarinya. SEMANGAT TERUS, TERUS SEMANGAT
REFERENSI
Sumber :
ikhsanmedia.wordpress.com. 09 Desember 2021. Mengenal Insecta. Diakses pada 13 Desember 2021. dari
https://ikhsanmedia.wordpress.com/2021/12/09/mengenal-insecta/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar